Dibalik Masalah Xiaomi Mi6, Ini Bukti Xiaomi Lebih Cepat Tanggap dari Samsung

Xiaomi Mi6 mulai dijual 29 April 2017 lalu. Tentunya sudah banyak yang menggunakan smartphone tergahar Xiaomi ini. Bahkan, banyak juga yang menemukan masalah Xiaomi Mi6, seperti tiba-tiba sistemnya restart selama baterainya diisi kembali.

Begitu masalah ini terangkat kemarin, pada Mifan langsung bereaksi, dan berpikir jika ini masalah hardware. Namun akhirnya Xiaomi merespon, dan menegaskan jika ini masalah bug software yang berhubungan dengan chipset Qualcomm Snapdragon 835.

Bukan hanya Xiaomi Mi6 saja yang bermasalah dengan chipset tersebut, karena minggu lalu para pengguna Galaxy S8 dan S8+ versi Snapdragon 835 juga mendapati masalah restart pada smartphone yang mulai dijual di Indonesia 5 Mei 2017 ini.

Juga Dialami Pengguna Galaxy S8

Sumber: PCMag

Selain masalah layar kemerahan yang sudah diatasi oleh Samsung melalui pemutakhiran perangkat lunak, tampaknya kalian yang berniat membeli duo Galaxy S8 tidak perlu kuatir, mengingat yang dijual di Indonesia adalah versi dengan chipset Exynos dari Samsung.

Namun khusus untuk masalah restart ini, Samsung belum memberikan tanggapan. Masalah Galaxy S8 restart ini pertama kali bergulir melalui forum bantuan di komunitas resmi Samsung Amerika Serikat.

Masalah Galaxy S8 restart ini tidak diketahui sebabnya (ada spekulasi karena tidak kompatibel dengan microSD, fitur layar AlwaysOn, dan fungsi penghematan daya), terjadi secara acak, dan bahkan pengguna yang mendapatkan masalah ini mengalami sistem Galaxy S8-nya memulai ulang hingga tujuh kali selama pengoperasian dalam sepuluh jam. Pengguna lainnya juga mengaku sering menjumpai masalah sebelumnya.

Berikut sebuah video yang memperlihatkan masalah Galaxy S8+ reboot selama empat kali dalam waktu tiga menit. Bahkan sampai membuat penggunanya tidak sempat mengoperasikannya. Pengguna lainnya juga melaporkan setelah restart tersebut penataan layar Home menjadi ke pengaturan awal.

Xiaomi Lebih Cepat Merespon

Sumber: Phone Arena

Meskipun Samsung belum memberikan pernyataan resmi perihal masalah tersebut, namun ketika pengguna Xiaomi mengalami masalah yang sama, banyak yang berpikir ini masalah Snapdragon 835.

Bedanya, Xiaomi cepat tanggap dan merespon masalah ini, serta menjanjikan akan segera memberikan pemutakhiran perangkat lunak untuk mengatasi bug masalah Xiaomi Mi6 tersebut, bersamaan dengan perilisan versi baru antarmuka MIUI.

Aslinya Rp4,8 Juta, Xiaomi Mi6 Dijual 7 Jutaan di Indonesia! Laba Reseller Terlalu Banyak?

Sebelum Xiaomi Mi6 Resmi Indonesia dijual, reseller perorangan sudah menjualnya Rp6 Jutaan, Netizen Justru Bahas Pajak dan Harganya 6 Bulan Kemudian
Baca Juga

Pengguna yang sudah mengalaminya diminta untuk menekan kode #*#284#*# pada aplikasi Phone untuk mengumpulkan log yang terjadi, termasuk selama masalah restart terjadi. Berbekal log tersebut, Xiaomi akan memberikan perbaikan melalui versi baru MIUI yang dijadwalkan bakal dirilis minggu depan.

Selain itu, ada masalah lainnya yang sudah dilaporkan, dan sepertinya berhubungan dengan perangkat lunak, yaitu koneksi WiFi yang tiba-tiba terputus. Semoga saja untuk yang satu ini juga bakal diatasi bersama dengan versi baru update MIUI 9 nantinya.

Xiaomi Mi6 vs Traktor, Ternyata Selamat! Ini Bukti Harga Rp7 Jutaan Itu Gak Kemahalan

Pengujian Anti Air Xiaomi Mi6 vs Traktor, Ini Bukti Harga Rp7 Jutaan Itu Gak Kemahalan, splashproof Xiaomi Mi6 waterproof, harga Xiaomi Mi6
Baca Juga

Layar Xiaomi Mi6 Bocor!

Sumber: koreaportal

Selain masalah Xiaomi Mi6 restart ini, kalian yang berniat akan membelinya sebaiknya berpikir membeli secara offline saja. Karena ada beberapa laporan unit yang dijual awal Xiaomi akhir April lalu juga mengalami masalah screen gap. Celah pada layar ini mengakibatkan lampu penerangan layar terlihat bocor. Untuk yang satu ini, satu-satunya solusi hanya menukar unitnya ke layanan purna jual Xiaomi.

Masalahnya, Xiaomi Mi6 belum dijual resmi di Indonesia. Penjualannya saat ini pun sebatas oleh reseller individu. Bisa jadi ada kemungkinan risiko seandainya muncul cacat produk semacam ini, pembeli tidak mendapatkan penggantian.

Sumber: ITHome