Selain Ransomeware WannaCry, Ini 5 Virus Paling Seram Lainnya!

Selama beberapa hari kebelakang ini, dunia dihebohkan dengan sebuah virus jahat yang menuntut uang kepada pemilik sistem bernama ransomware WannaCry. Terntata ada lagi virus yang lebih berbahaya.

Ransomware adalah sebuah istilah dalam hacking yang melibatkan pihak hacker menahan data-data yang ada pada suatu sistem. Data-data tersebut bisa dikembalikan setelah yang terkena hack membayar sejumlah uang kepada pihak hacker. Ini merupakan salah satu virus paling seram yang ada.

Terorisme Atau Hack? Kenali Lebih Lanjut Mengenai Malware Ganas WannaCry!

Indonesia kembali dihebohkan dengan aksi hacker. Kali ini datang dari malware atau ransomware yang ganas bernama "WannaCry."
Baca Juga

Isu ransomware paling hangat datang dari sebuah ransomware khusus yang dinamakan “WannaCry”. Ternyata virus ganas ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Totalnya ada 99 dan Indonesia adalah salah satunya.

Tidak hanya WannaCry saja, ternyata terdapat beberapa virus-virus jahat yang pernah merambah ke komputer-komputer. Imbalan uang yang harus ditebus pun berbeda-beda. Untuk mari kita simak virus-virus jahat lain mana saja yang lebih seram dari WannaCry:

1

ILOVEYOU

Virus Paling Seram

ILOVEYOU banyak dibilang merupakan virus paling seram yang pernah ada sejauh ini. Bagaimana tidak? Virus ini didesain sedemikian rupa seakan kamu mendapatkan surat di email berupa surat cinta dengan embel-embel “I Love You.”

Jika kamu mengklik attachment yang ada pada email ini, maka secara otomatis email ini akan di forward ke 50 orang pertama yang ada di kontak PC kamu. Hampir 10% dari populasi dunia terkena imbas dari virus ganas ini. Dan tak tanggung-tanggung, kerugian yang dicapai adalah $10miliar.

2

Melissa

Virus Paling Seram

Virus paling seram berikutnya adalah Melissa. Ini merupakan virus pertama yang muncul pada era email. Sampai-sampai sempat menjadi headline news pada 26 Maret 1999 silam.

Virus yang dibuat oleh David L. Melissa ini hampir sama dengan virus ILOVEYOU, ketika attachment dengan kata-kata (terjemahan) “Ini nih dokumen yang kamu mnta, jangan dilihat yang lain ya :)” ini diklik, maka secara otomatis akan mencari data dari Microsoft Outlook kamu dan mengirim ke 50 orang pertama yang ada di kontak.

Tak lama kemudian sang pembuat virus dipenjara dan harus membayar denda sebesar $5ribu.

3

Sasser

Virus Paling Seram

Lalu ada Sasser. Virus yang menyerang sistem keamanan dari sistem komputer Windows ini mulai menyerang para pengguna di tahun 2004. Bersifat seperti Worm (tipe virus yang “membelah” diri untuk menyerang sistem), Sasser melakukan scanning pada IP adress acak dan mencari korban selanjutnya untuk diserang.

Banyak anti virus yang tidak mempan terhadap Sasser. Cara paling tepat bahkan bukan hanya mematikan internet, melainkan mematikan akses listrik yang menghubungkan ke PC. Banyak juga yang sampai membeli PC baru dalam mengatasi virus ganas ini. Total kerugian dari virus ini adalah sebesar $18miliar.

4

Code Red

Virus Paling Seram

Code Red adalah nama virus ganas selanjutnya. Pertama kali muncul pada tahun 2001, virus ini berbeda dengan ILOVEYOU maupun Melissa. Selain menyerang lewat email, cukup dengan adanya koneksi internet saja, situs web yang kamu buka akan memiliki tulisan “Hacked by Chinese.”

Hanya dalam jangka waktu satu minggu, virus ini sudah menumbangkan 400 ribu server termasuk di antaranya server dari White House. Total kerugian yang dicapai adalah sebesar $2,6miliar dan menyerang lebih dari 1 juta PC.

5

My Doom

Virus Paling Seram

Virus paling seram terakhir adalah My Doom. Satu lagi virus yang menyerang lewat email dengan embel-embel “Mail Transaction Failed” seakan-akan email yang kita kirim gagal dan memancing untuk menklik dan mencari tahu alasannya.

Ternyata setelah diklik, virus berupa Worm ini akan mendeteksi kontak-kontak email yang ada di dalam data PC. Total kerugian yang telah dicapai oleh virus My Doom adalah $38miliar dengan memakan hampir 2 juta korban.

Itulah virus-virus ganas yang pernah menjadi topik hangat sejauh ini. Ternyata bukan hanya ransomware WannaCry saja ya?