Mengulik Rahasia di Balik Fotografi Smartphone Bareng OPPO dan ASUS!

fotografi smartphone
image credit: digitalcare.org

Kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan berada pada momen yang terlalu manis untuk dilupakan (kayak lagu aja)Kita juga tidak mungkin selalu bawa kamera setiap kali bepergian. Karena itu, kemampuan fotografi smartphone harus bisa diandalkan untuk menangkap momen-momen tak terlupakan.

Sayangnya, saya tahu masih banyak pertanyaan tentang kemampuan fotografi smartphone; apa saja yang dibutuhkan? Dan apa pentingnya?

Karena itulah, kami membuat artikel ini.

Berhubung kami ingin memberikan informasi yang lebih mendalam, tidak tanggung-tanggung, kami mengajak 2 produsen smartphone yang memang fokus menyuguhkan kamera berkualitas, ASUS dan OPPO, untuk menjadi narasumber kita kali ini.

Sebelum kita masuk ke artikelnya, kami ingin menjelaskan dulu aturan main yang diterapkan saat kami mewawancarai kedua produsen smartphone tadi, supaya adil (walaupun, biasanya yang lebih ribut adalah fans-fans nya wkwkwkw).

Kami menanyakan 3 pertanyaan yang sama kepada perwakilan dua merek tadi namun kami tidak memberitahukan jawaban masing-masing pihak ke pihak lainnya. Jadi, kami juga sebenarnya ngetes siapakah yang lebih jago soal fotografi smartphone… wkwkwkwk. 

Dari OPPO, kami berbincang dengan Aryo Meidianto A, Media Engagement OPPO Indonesia.

Sedangkan dari ASUS, kami mengontak Muhammad Firman, Head of Public Relations and E-Marketing, ASUS Indonesia.

Mari kita mulai obrolannya.

1

Sensor

OPPO 5x Dual Camera Zoom

Pertanyaan pertama yang kami berikan ke kedua produsen smartphone tadi adalah “Apa 3 hal paling penting yang harus dimiliki oleh smartphone untuk memberikan hasil foto yang berkualitas?”

Baik Firman dan Aryo, sama-sama menyebutkan soal sensor.

ASUS Zenfone 3 Zoom courtesy of ASUS

Lebih jauh, melalui email, Firman menjelaskan, ASUS Zenfone Zoom menggunakan kombinasi antara sensor Sony IMX362 yang menurutnya terbaik saat ini, bukaan f/1.7, dan juga SuperPixelEngine. Menurutnya, kombinasi ketiga hal tadi mampu memberikan sensitivitas 10x lebih baik dari smartphone pada umumnya (belum-belum udah iklan aja… wkwkwkwkw).

Sedangkan Aryo, melalui Whatsapp, memberikan pendapat yang senada, sensor itu memang penting. Namun, menurutnya, tidak hanya sensor saja yang dibutuhkan tetapi juga ekosistem (baik dalam bentuk hardware dan software).

Ia mengklaim bahwa, jika dibandingkan dengan smartphone lain yang menggunakan sensor yang sama, produk OPPO dapat memberikan kualitas yang lebih baik karena mereka juga melakukan optimisasi terhadap sensornya (iklan juga dia…nyahahaha).

Hasil foto OPPO F1. courtesy of fonearena.com

Namun, Aryo juga menegaskan, “(sensor) itu kembali lagi kepada vendor masing-masing… Apa mereka mau menerima sensor itu mentah-mentah langsung dipasang dan berjalan dengan aplikasi kamera referensi Android atau mereka ingin lebih mengembangkan agar sensor itu optimal.”

Kita akan bahas lebih jauh soal optimisasi yang dimaksud Aryo ini di bagian selanjutnya.

2

Low-Light Photography

image credit: printed.com

Salah satu masalah terbesar di fotografi smartphone adalah saat di kondisi kurang cahaya. Karena itu, saya juga mengejar kedua narasumber kita kali ini untuk menjelaskan lebih lanjut tentang signifikansi sensor tadi di low-light photography.

Kembali ke ASUS dan Firman, menurutnya, sensor yang baik itu selain bisa menghasilkan kualitas foto yang maksimal di kondisi kurang cahaya (low-light), ia juga bisa menangkap gambar lebih baik di semua kondisi, dibanding dengan kamera yang (ukuran) resolusinya sama.

“Tak hanya sensor,” Firman menambahkan, “ukuran pixel juga sangat penting karena semakin besar ukuran pixel pada sensor, semakin banyak pula cahaya yang bisa mencapai sensor tersebut; dan pada akhirnya akan menghadirkan foto yang lebih bagus.”

ASUS Zenfone 3 Zoom courtesy of ASUS

Firman juga memberikan contoh, “Zenfone Zoom S punya ukuran pixel 1,4 micron mampu menangkap 96% cahaya lebih banyak dibandingkan dengan sensor kamera smartphone pada umumnya yang memiliki ukuran pixel 1 micron. Smartphone flagship kompetitor saat ini menggunakan sensor yang punya ukuran pixel hanya 1,22 micron saja.”

Berbicara soal low-light, Aryo dan OPPO juga menambahkan, “solusi OPPO (adalah) dengan bekerja sama bersama Sony (untuk) mengembangkan sensor IMX 398 dengan bukaan yang diperbesar menjadi F/1.7.”

Namun, imbuh Aryo, “selain sensor yang dibuat lumayan besar, yaitu 1.2/3, untuk low-light OPPO juga menggunakan algoritma Pure Image Techology untuk mengurangi noise yang tampak, namun menjaga foto tersebut tetap tajam”

OPPO F3 Plus courtesy of tech2

Tak hanya itu, Aryo juga mengatakan kita juga bisa memanfaatkan mode pakar (Professional Mode) dan mengatur baik itu ISO ataupun shutter di smartphone OPPO (atau merek lainnya jika ada). “Melalui mode pakar ini, pengguna juga bisa untuk memanfaatkan fitur slow shutter untuk solusi foto di area low-light.” Katanya.

Itu tadi 2 hal penting pertama yang perlu dipertimbangkan dalam fotografi smartphone. Masih ada lagi yang bisa kita perhatikan di halaman berikutnya. Mari kita lanjutkan obrolannya di sana.