Selengkapnya Tentang Layar Smartphone: dari Resolusi dan PPI Ideal, sampai IPS vs. AMOLED

layar smartphone
Photograph by; Kaique_Rocha

Layar smartphone jaman sekarang itu memang sudah begitu beragam. Namun, tak jarang, semakin banyak varian itu semakin membingungkan.

Kapan sih Sebenarnya Waktu yang Tepat untuk Beli Smartphone Baru?

Emang idealnya beli smartphone berapa tahun sekali? Apa sekarang saat yang tepat untuk beli? Atau lebih baik menunggu sebentar lagi?
Baca Juga

Kali ini, kita akan bahas serba-serbi layar smartphone yang mungkin nantinya akan berguna membantu kamu memutuskan smartphone ideal yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

1

Resolusi dan PPI

image via Pinterest

Mari kita bahas resolusi terlebih dahulu.

Resolusi atau yang biasa kamu lihat ukurannya seperti 1280×720 atau 1920×1080, merupakan jumlah titik piksel yang ada di setiap layar, termasuk layar smartphone.

Angka pertama berarti jumlah piksel dari sisi horizontal layar (dari kiri ke kanan). Sedangkan angka kedua berarti jumlah piksel untuk sisi vertikal layar (dari atas ke bawah).

Jadi, 1280×720 artinya ada 1280 piksel dari kiri ke kanan layar dan ada 720 piksel dari atas ke bawah layar.

Nanti kita akan bahas signifikansi resolusi setelah definisi ppi.

Lalu apa itu PPI / ppi (Pixels Per Inch)?

Seperti namanya, ppi itu berarti berapa banyak piksel untuk setiap inci layar.

Jumlah resolusi tadi dibagi dengan luas penampang layar, misalnya untuk smartphone sekarang ini biasanya ada di 5,5 inci.

Misalnya, OPPO F3 yang ukuran layarnya 5,5 inci dibekali dengan resolusi 1920×1080. Berarti, layarnya punya kepadatan piksel sebesar 401 ppi.

2

Kepadatan Piksel yang Ideal?

Lalu apa pentingnya tahu kedua hal tadi?

Pertama, jika kepadatan pikselnya alias ppi terlalu kecil (resolusi yang terlalu kecil di layar yang terlalu lebar), layarnya jadi terlihat jelek karena kelihatan bintik-bintik pikselnya.

Namun demikian, karena keterbatasan mata kita, kepadatan piksel ini juga sebenarnya bergantung pada jarak pandang mata kita ke layar.

Semakin dekat mata ke layar, semakin besar pula ppi yang dibutuhkan. Semakin jauh mata dengan layar, semakin kecil ukuran ppi yang dibutuhkan.

Karena itulah, monitor PC itu biasanya memang punya kepadatan piksel yang lebih kecil (misalnya 1920×1080 di layar 24 inci) karena jarak pandang umum yang lebih jauh dibanding saat kita menggunakan ponsel.

Apple sebenarnya sempat mengklaim bahwa mata kita tidak butuh kepadatan layar lebih dari 300 ppi – meski akhirnya mereka mengeluarkan iPhone yang lebih besar dari 300 ppi.

Saya pribadi juga setuju bahwa sebenarnya memang ada angka kepadatan piksel yang ideal karena ppi yang terlalu besar juga akhirnya tidak efektif dan efisien.

Mata kita memang faktanya tidak bisa membedakan ppi yang terlalu besar. Entahlah, mungkin di kisaran 300-400 ppi? Kecuali, kamu menempelkan layar ke hidung saat menggunakan ponsel.

review lenovo k6 power

Misalnya, coba kita bandingkan 2 ponsel Lenovo, P2 dan K6 Power. Keduanya sama-sama beresolusi 1920×1080 tapi ukuran layar P2 lebih besar (5,5 inci) sedangkan K6 Power / Note lebih kecil (5 inci).

Karena itu, kepadatan piksel K6 jadi lebih besar yakni 441 ppi. Sedangkan P2 hanya punya 401 ppi. Bisa jadi mata saya yang rabun, tapi saya pribadi jujur tidak bisa menemukan perbedaan dalam hal kepadatan atau kerapatan piksel antara dua ponsel tadi.

Padahal, jumlah piksel yang lebih banyak itu bisa berarti 2 hal. Pertama, baterai bisa jadi sedikit lebih boros karena lebih banyak titik piksel yang harus dihidupkan. Kedua, performa gaming juga bisa lebih berat karena lebih banyak titik piksel yang harus ikut dikalkulasikan.

Jadi, kerapatan piksel yang berlebih itu sebenarnya juga tidak ideal karena kita tidak bisa membedakannya tapi hardware (GPU dan baterai) smartphone kita butuh daya lebih.

3

LCD

Tipe panel layar smartphone itu memang bermacam-macam namun, sekarang ini, ada 2 jenis layar yang paling populer IPS dan AMOLED. Sebelum kita membahas perbedaannya, mari kita lihat artinya dulu.

LCD atau Liquid Crystal Display merupakan teknologi layar yang menggunakan cairan kristal yang disinari oleh satu backlight. Keuntungan utama dari tipe panel ini adalah ongkos produksinya yang rendah.

Jadi, tipe panel inilah yang biasanya ditemukan di smartphone kelas menengah ke bawah.

Di smartphone, kita mengenal layar LCD berjenis TFT dan IPS. Apa bedanya?

TFT (Thin Film Transistor) menggunakan active matrix yang berarti setiap piksel disambungkan ke satu transistor dan kapasitor terpisah. TFT juga lebih murah diproduksi dan lebih tinggi tingkat kontrasnya jika dibandingkan dengan teknologi LCD yang lebih tua.

Sayangnya, layar TFT sangat boros daya dan punya sudut lihat (viewing angle) yang sempit. Karena itulah, layar TFT sudah mulai ditinggalkan beberapa tahun lalu.

Sedangkan IPS (In-Plane Switching) merupakan pembaruan dan peningkatan dari teknologi TFT yang mampu menyuguhkan warna yang lebih kaya dan, yang paling kentara, sudut lihat yang jauh lebih lebar.

Hal tersebut bisa dicapai berkat penggunaan 2 transistor untuk setiap piksel dan sebuah backlight yang kuat. Sayangnya, karena hal tersebut, layar IPS biasanya jauh lebih boros daya daripada layar non-LCD. Meski memang, umumnya, IPS masih lebih irit daripada TFT.

4

AMOLED

image credit: AndroidPIT

AMOLED itu kepanjangannya Active Matrix Organic Light-Emitting Diode. Seperti namanya, karena menggunakan material organik, layar ini mampu memancarkan cahaya sendiri saat dialiri arus listrik.

Namun, kebalikan dari panel LCD, layar OLED sebenarnya selalu ‘mati – padam’ jika tidak dialiri listrik. Karena itulah, biasanya layar OLED bisa memberikan hitam yang lebih gelap dan butuh daya yang lebih irit saat menampilkan warna hitam atau gelap.

Selain itu, layar AMOLED juga punya refresh rate yang lebih tinggi.

Sayangnya, bukan berarti layar AMOLED tidak punya kekurangan sama sekali. Pertama, ia lebih mahal ongkos produksinya. Kedua, ia jadi lebih sulit terlihat saat digunakan di bawah sinar matahari. Ketiga, layar burn-in dan degradasi dioda (karena organik itu tadi) juga jadi kekurangan yang penting diperhitungkan.

5

IPS vs. AMOLED

image credit: Android Authority

Karena kedua layar inilah yang paling sering ditemukan di smartphone generasi ini, mana yang lebih baik antara keduanya?

Teorinya, AMOLED itu memang lebih baik (karena lebih irit daya dan lebih hitam) meski lebih mahal. Walau memang AMOLED punya resiko burn-in di layar.

Namun pada prakteknya, selain kita tidak bisa membeli layar terpisah (seperti monitor untuk PC desktop) jadi harus mempertimbangkan aspek smartphone lain selain layar, masalah konsumsi daya baterai juga bisa sangat berbeda karena ada variabel lainnya yang berpengaruh.

Meski begitu, semoga saja pengetahuan soal layar ini dapat berguna untuk membantu kamu memilih ponsel yang ingin dibeli di kemudian hari.

Sumber: AndroidPIT, Android Authority