Heboh HP Baru Kena Pajak, Cuitan Twitter Ditjen Pajak Kembali Mengundang Tawa

Salah satu cuitan terbaru akun Twitter Ditjen Pajak RI membuat heboh, lantaran warganet menyimpulkan jika pembelian smartphone baru bakal dikenai pajak. Namun justru yang lebih menarik, respon para follower. Mulai dari yang menganggap foto mantan sebagai harta, sampai menyamakan feature phone dengan smartphone.

Foto via Kumparan.

Instansi pemerintahan Indonesia sadar betul dengan kebiasaan generasi milenial yang lebih banyak menggunakan gadget seperti smartphone untuk berinteraksi melalui media sosial. Karena itulah di tengah misi sosialisasi kesadaran membayar pajak terus digalakkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia, instansi memaksimalkan salah satu akun media sosial Ditjen Pajak RI, @DitjenPajakRI, bahkan sampai membuatnya menjadi trending beberapa waktu lalu karena responnya yang kocak, menghibur, dan mampu mensosialisasikan mengenai pentingnya membayar pajak dengan cara yang jauh dari kesan serius.

Ngga Sebanding dengan Fitur, Mahalnya Harga Xperia XZ1 Mungkin Karena Hal Ini

Ngga Sebanding dengan Fitur, Mahalnya Harga Xperia XZ1 Mungkin Karena Hal Ini, benchmark Xperia XZ1 Indonesia, jual Xperia XZ1 price
Baca Juga

Salah satu cuitannya kemarin yang menarik perhatian kami adalah mengenai smartphone. @DitjenPajakRI sebenarnya sekadar mengingatkan warganet, sekaligus sebagai bentuk sosialisasi, untuk menambah pengetahuan para follower-nya, bahwa smartphone itu termasuk harta bergerak yang seharusnya dilaporkan di SPT tahunan. Menurut @DitjenPajakRI, saat ini lagi heboh smartphone yang baru rilis, dan doi menyebutkan agar warganet jangan lupa menambahkan smartphone pada kolom harta SPT tahunan.

Cuitan @DitjenPajakRI tersebut sekaligus bentuk sosialisasi kepada kita mengenai pengisian form SPT tahunan. Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Pajak, yang termasuk harta yang harus dilaporkan setiap tahunnya (jika ada penambahan) adalah harta bergerak lainnya (selain alat transportasi), seperti, logam mulia, batu mulia, barang seni dan antik, furnitur, dan termasuk di sana, peralatan elektronik seperti gadget, laptop dan smartphone, adalah bentuk harta yang harus dilaporkan dalam SPT.

Xiaomi Mi MIX 2 Menakjubkan! Bezel Tipis, Berlapis Emas, Cuma Rp6 Jutaan!

Desain Xiaomi Mi MIX 2 Terungkap, Kini AMOLED, dengan Ketipisan Bezel yang Bikin Takjub, spesifikasinya juga masih tetap gahar!
Baca Juga

Pernyataan akun @DitjenPajakRI yang menyebutkan jika smartphone adalah harta tersebut mungkin memicu tanggapan yang beragam, karena dewasa ini smartphone ada yang dijual hanya dengan harga ratusan ribu saja, yang maka, cukup terjangkau untuk disebut sebagai harta, yang dipandang sebagai sesuatu yang mahal atau mewah.

Hanya saja ketika kita melihat pernyataan @DitjenPajakRI tersebut dilontarkan ketika masa pre-order Galaxy Note8, dan keluarga baru iPhone diperkenalkan (yang mana, masing-masing harganya mencapai Rp12 jutaan), sebenarnya beralasan lho! Nilai pembelian smartphone seharga motor (termasuk harta bergerak yang harus dilaporkan di SPT), memang sudah sepantasnya dilaporkan ke dalam SPT tahunan kita.

Duh, Ngga Cuma Downgrade, Ternyata Mi Note 3 Ini Juga Lebih Cocok Buat Cewek!

Banyak yang kecewa, ternyata harga Xiaomi Mi Note 3 dan spesifikasinya di-downgrade dari Mi 6, dan bahkan fiturnya tidak semenarik Mi Note 2. Ini sebabnya!
Baca Juga

Apa yang tak kalah menari, seperti cuitan @DitjenPajakRI sebelumnya, pernyataan tersebut juga ditanggapi tak kalah santai dan kocaknya oleh para warganet.

Jika beli smartphone bekas, apakah juga perlu diporkan?

Ini bentuk sosialisai yang keren. Menanggapi respon harta yang paling berharga adalah keluarga, @DitjenPajakRI merespon dengan mengarahkan warganet agar kepala keluarga yang harus memasukkan harta tersebut di kolom SPT. Ya, memang sudah seperti itu aturannya. Namun bagi yang belum paham dan baru memiliki NPWP, bisa menjadikan respon @DitjenPajakRI ini sebagai referensi.

Ada juga respon warganet yang gagal move on seperti ini, menganggap foto mantan lebih berharga dari smartphone (dalam konteks cuitan @DitjenPajakRI mengenai sosialisasi pelaporan harta berupa smartphone).

Ada juga yang tidak paham, dan menganggap ponsel feature seperti E*ia Hidayah termasuk smartphone (harta).

Bukti perlunya @DitjenPajakRI untuk terus menggalakkan sosialisasi kesadaran membayar pajak seperti ini, warganet banyak yang gagal paham dengan kata “melaporkan” tersebut (contohnya pada respon di bawah). Mereka hanya perlu lapor, bukanya dipungut pajak atas harta tersebut. Tentu saja, jika ada penambahan harta yang tidak sesuai dengan jumlah penghasilan tahunan Wajib Pajak, pihak fiskus bakal meminta penjelasan atas asal-muasal harta tersebut, ujung-ujungnya bisa ribet sih jika tidak jelas.

Selain yang Pertama Dapatkan Android P, Ini Keunggulan Mi A1 Indonesia dibandingkan HP Xiaomi Terbaru

Android One Terbaru Mi A1 Indonesia dirilis 20 September 2017. Selain menjadi wakil Xiaomi untuk melawan dominasi OPPO, ini keunggulan Mi A1 lainnya.
Baca Juga

Sedangkan respon warganet berikut ini yang lebih kocak!

Istri atau pacar baru, jelas merupakan “harta” bukan?

Ini admin @DitjenPajakRI atau toko jual beli HP, ya?

Yang dibahas barang elektronik, larinya ke Oksigen da pesugihan?

Ini beneran “sultan”, pakaiannya saja 10 jutaan!

Cukup dilaporkan saja. Mau baru atau bekas pemberian (mantan).

Tapi ada juga lho yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, seperti berondong yang satu ini:

SHARE
Previous articleBingung Cara Download Video Instagram? Coba Dua Aplikasi Berikut
Next articleFakta Menarik di Balik Peluncuran Nokia 356, Spec Versi Indonesia Lebih Gahar!