“Susunya” Samsung Kadaluarsa Oktober, Gantinya, Kalian Bisa Lirik yang Satu Ini

Samsung Milk Music

Samsung memiliki layanan musik sendiri, Milk Music, yang pertama kali diluncurkan tahun 2014 lalu di Amerika Serikat, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, New Zealand, dan Malaysia. Sayangnya, layanan tersebut tidak lama lagi bakal dinonaktifkan karena minimnya pengguna yang menggunakannya.

Baca Juga

Samsung Milk Music tampaknya tidak sanggup bertahan di tengah persaingan dengan layanan streaming musik lain, seperti Guvera, Joox, Apple Music hingga Spotify. Awalnya diposisikan sebagai alternatif layanan musik baru yang berkembang. Namun seiring perkembangannya, tidak banyak user yang menggunakannya.

Melansir dari portal berita Korea, Yonhap News, Samsung sendiri berencana menonaktifkan layanan streaming musik Samsung Milk Music ini pada 23 Oktober 2017 mendatang. Tanda-tanda layanan ini mengalami kemunduran sudah terasa sejak tahun lalu, ketika Samsung menonaktifkan layanan ini di beberapa pasarnya.

Ini Hebatnya Tablet Galaxy Tab A Terbaru Samsung, Kamera F1.9, Tahan Main 14 Jam!

Pasar tablet memang termasuk niche, namun Samsung masih setia menggarapnya. Ini yang terbaru. Seperti apa spesifikasi Galaxy Tab A 8.0 (2017)?
Baca Juga

Bahkan Agustus 2016 lalu Samsung sudah menyebutkan bakal mematikan layanan mereka ini pada 22 September 2016, setelah mereka gagal membeli Tidal, layanan musik lainnya yang dimiliki beberaoa selebritis seperti Beyonce, Rihanna. Mulai bulan depan, Samsung Milk Music sepenuhnya dimatikan, termasuk di negara asalnya, Korea Selatan.

Sebagai gantinya, produsen smartphone Korea ini melanjutkan layanan musik mereka melalui Samsung Music, yang sudah pasti kalian temui terbenam di dalam setiap smartphone Samsung. Untuk itu, aplikasi Samsung Music nantinya bakal diperbarui dan kabarnya bakal mendukung layanan streaming seperti Samsung Milk Music, dikhususkan bagi mereka yang setia menggunakan produk Samsung. Konten Samsung Music baru tersebut nantinya bakal disediakan oleh Soribada Inc.

Bagaimana menurut kalian, apakah layanan musik terbaru Samsung tersebut nantinya mampu menandingi pilihan layanan seperti Spotify, Apple Music, dan bahkan Google Play Music yang fitur dan koleksinya sudah lebih maju dibandingkan Samsung Milk Music? Apalagi sudah beberapa seri smartphone terbaru mereka justru menggunakan layanan dari Google, Play Music, sebagai pemutar musik standarnya. Selain itu, Play Music juga bisa diakses di negara manapun juga.

Samsung sendiri juga sudah mengadakan kerjasama dengan Google, menawarkan fitur eksklusif untuk mereka pengguna Galaxy, terutama Galaxy S8, yang bisa mengunggah hingga 100,000 musik ke layanan cloud Play Music, sehingga musik koleksi pribadi tersebut bisa diakses dari mana saja. Bagi pengguna non-Galaxy, batasannya masih 50,000 track.

Samsung Gear Sport, Gear Fit2 Pro dan Gear IconX Siap Dampingi Galaxy Note8

Ini Tiga Gadget Terbaru Samsung untuk Pelengkap Aktivitas, Samsung Gear Sport, Gear Fit2 Pro dan IconX, sebagai pelengkap panggung IFA 2017 Samsung
Baca Juga

Meskipun Samsung Milk Music tidak banyak yang menggunakannya, namun layanan tersebut juga dikenal menjadi salah satu layanan streaming gratisan yang bebas iklan. Semoga saja kelebihannya tersebut masih dibawa melalui reinkarnasi barunya nanti. Jika kalian mungkin salah satu penggunanya, bisa saja memindahkan akun Samsung yang terintegrasi Milk Music ke Slacker (penyedia konten di Milk Music).

Sumber: Yonhap