50+ Skin dan Skill Hero Mobile Legends yang Terinspirasi Karakter Lain (Part 2)

Setiap hero Mobile Legends digambarkan dengan ciri khasnya sendiri. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang mungkin skill dan desainnya terinspirasi dari karakter game lainnya, karena memang memiliki kemiripan. Untuk bagian pertama artikel ini bisa kalian buka melalui tautan berikut.

Layla - Mato Kuroi (Black Rock Shooter), Jinx atau Lux League of Legends

Untuk yang satu ini, kalian pasti sudah sering mendengar. Khususnya untuk skin Layla, Classic Malefic Gunner, yang mirip (pake banget untuk yang satu ini) dengan karakter dari anime dan game Black Rock Shooter, Mato Kuroi.

Beberapa poin yang meyakinkan fan menyamakan mereka antara lain, mulai dari senjatanya, yang sama-sama menggunakan senapan besar, ahli menembak dengan kecepatan tinggi, serta ciri khas rambut yang berwarna gelap dan dikepang dua. Tidak ketinggalan, kostum mereka juga tampak menarik dengan jubah (atau jaket) yang sepertinya diikatkan di leher, sedikit menutupi bra-nya yang berwarna hitam, dan ada celana pendek yang juga berwarna hitam. Makin lengkap, rambutnya pun sama-sama berwarna biru gelap.

Black Rock Shooter. Sumber: Zerochan

Tidak sepenuhnya sama, karena Layla tidak memiliki beberapa kemampuan Black★Rock Shooter, seperti juga ahli dalam bertarung jarak dekat memanfaatkan pedang dan juga mengandalkan pukulan serta tendangan.

Dalam anime dan game Black Rock Shooter, Black★Rock Shooter sendiri sebenarnya karakter dari dunia lain yang masuk ke dalam tubuh seorang gadis bernama Mato Kuroi. Tujuan adalah untuk mencari sahabatnya yang juga dirasuki mahkluk dari dunia lain bernama Dead Master.

Terlengkap! 50+ Skin Hero Mobile Legends yang Terinspirasi Karakter Lain (Part 1)

Terlengkap! 50+ Skin Hero Mobile Legends yang Terinspirasi Karakter Lain (Part 1), desainnya terinspirasi dari karakter game lainnya karena mirip.
Baca Juga

Pada perkembangannya, Hero yang bisa kalian dapatkan secara gratis di awal permainan ini makin dibuat berbeda dari desain Black★Rock Shooter. Mungkin Moonton jengah juga ya, dikit-dikit disamakan dengan karakter lain. Bisa dilihat dari skin Malefic Gunner terbaru, Layla berubah drastis, dengan rambut keemasan dan senapan yang lebih mirip meriam. Pakaiannya pun juga dibuat berbeda.

Lux. Sumber: League of Legends

Tidak lengkap rasanya jika tidak mencari persamaan karakter Mobile Legends dengan League of Legends. Kami sendiri merasa Layla ini perpaduan antara dua Champion, Lux dan Tristana, atau, Lux dan Jinx. Persamaan dengan mereka lebih pada skill yang digunakan. Namun seperti banyak Hero lainnya, Moonton sepertinya hanya mengambil referensi satu atau beberapa skill saja. Misalnya, Ultimate Layla sama seperti Ulti-nya Lux, namun di ADC.

Jinx. Sumber: League of Legends

Kemiripan lainnya Layla dengan Champion LOL ditemui dengan Jinx. Seperti, skil pertama Layla mirip dengan W-nya Jinx. W milik Jinx juga memiliki efek Crippling, yang melambatkan gerakan musuh pada durasi tertentu, sekaligus menghasilkan banyak kerusakan. Memang skill pertama Layla tidak memiliki efek semacam itu, namun mampu memberikan banyak damage. Bahkan Casting Range kedua skill tersebut sama. Itu dengan Jinx, karena skill kedua Layla, mengingatkan kami dengan skill milik Lux.

Tristana. Sumber: League of Legends

Meskipun E-nya Lux tidak langsung menuju ke arah musuh dan meledak, namun kalian perlu secara manual mengaktifkannya ke arah yang ditentukan, lalu melancarkan kembali E agar meledak lebih awal. E-nya Lux juga memiliki efek Magic Damage sekaligus melambatkan musuh, sama seperti skill kedua Layla, yang memberi efek Physical Damage.

Minotaur – Mitologi Yunani atau Alistair dari League of Legends

Karena begitu banyak referensi League of Legends dalam Mobile Legends, sehingga otomatis banyak yang menyimpulkan Minotaur ini tiruan Alistair. Padahal sebenarnya jelas, keduanya mengambil basis dari makhluk dongeng Yunani. Penggambaran keduanya yang sama-sama dengan sosok monster berwajah mirip dengan kambing (atau banteng) dan membawa senjata palu besar di tangannya, membuat kita berasumsi memang Moonton meniru Alistair (karena si banteng ini yang lebih dulu hadir).

Sumber: Mobile Legends

Minotaur sendiri merupakan hero dengan daya tahan yang sangat kuat. Sebagai seorang tank sekaligus support, dia dibekali dengan berbagai skill yang bersifat “Crowd Control” sehingga sangat membantu saat team melakukan war. Skill pertamanya mampu memberi efek “Slow” sehingga musuh akan kesulitan dalam bergerak, skill keduanya yang mampu meregenerasi HP membuatnya dapat bertahan lebih lama dalam pertarungan. Dan Skill ketiganya (Ultimate) sangat cocok digunakan untuk membuka pertarungan team (open war) karena skill tersebut memiliki efek “Knock Up”. Satu hal menarik lainnya dari Minotaur, dia tidak membutuhkan mana untuk melakukan skill.

Alistair. Sumber: League of Legends

Bagaimana dengan Alistair dalam League of Legends? Memang lebih mirip banteng daripada kambing, namun Champion ini juga memiliki peran yang sama seperti Minotaur. Pada dasarnya Alistair berperan sebagai Tank, meskipun sering diposisikan juga sebagai (Support-Tank) karena dia memiliki skill crowd control di Q, W, dan E, dan untuk skill R nya dapat menghilangkan Crowd control musuh dan mengurangi physical dan magic damage yang diterimanya. Karena itulah, Alistar juga dapat dimasukkan sebagai Support-Tank, sama seperti Minotaur.

Sumber: Wikipedia

Seperti apa Minotaur dalam dongeng aslinya? Bisa kalian lihat di atas. Minotaur dalam naskah aslinya adalah monster berbentuk manusia dengan kepala banteng. Wujudnya ini adalah akibat dari kutukan atas Minos, Raja Kreta, karena banteng yang harus dia berikan kepada dewa Poseidon disembunyikannya, sehingga Poseidon menjatuhkan sebuah kutukan kepada istri Minos.

100+ Wallpaper Gambar Mobile Legends Resolusi HD Terlengkap Update Akhir Tahun

Koleksi gambar Mobile Legends kalian hanya di angka puluhan, 40-an, atau hanya 60-an saja? Agar lebih lengkap, berikut wallpaper Mobile Legends terbaru.
Baca Juga

Istri Minos, Pasifae, dibuat jatuh cinta kepada banteng tersebut. Dengan meminta bantuan dari Daidalos, Pasifae meminta dibuatkan tiruan banteng betina. Dia kemudian masuk ke dalam banteng tiruan, sampai Pasifae mengandung bayi dari hubungannya dengan banteng tersebut, yaitu Minotaur.

Sumber: Wikipedia

Monster ini kemudian tinggal di tengah sebuah labirin rumit, yang memang sengaja dirancang oleh arsitek Daidalos dan dibuat untuk menyimpan sang Minotaur. Maka setiap tahunnya, penduduk kota Athena pun harus memenuhi dan mengirimkan tujuh pemuda dan tujuh gadis sebagai kurban, supaya tidak diserang oleh Kreta.

Setelah kebiasaan itu berlangsung beberapa lama, monster ini pun akhirnya dibunuh oleh Thesus, seorang pahlawan Yunani yang menyamar menjadi salah satu kurban. Sebelum kejadian itu, Thesus bertemu dengan Ariadne, yang tak lain merupakan putri Raja Kreta yang jatuh cinta padanya. Thesus dibantu oleh Ariadne dengan memberinya sebuah pedang dan segulung benang.

Sumber: Wikipedia

Thesus memasuki labirin dan mengulur gulungan benangnya. Theseus menjelajahi labirin dan akhirnya bertemu dengan Minotaur. Mereka kemudian berkelahi. Minotaur, yang ternyata sangat kuat, sempat menyulitkan Theseus namun dengan pedangnya, Theseus akhirnya berhasil membunuh Minotaur. Theseus lalu menggunakan benangnya untuk menelusuri kembali jejaknya supaya bisa keluar dari dalam labirin yang rumit.

Lanjut ke halaman 2…