Mengawali 2018, Mark Zuckerberg Ingin Facebook Terbebas dari Konten Negatif

facebook
Sumber: CNN.com

Tahun telah berganti menjadi 2018 dan tentunya segala hal diharapkan akan kembali lebih baik. Begitupun media sosial Facebook yang diharapkan Mark Zuckerberg untuk terbebas dari konten negatif di awal tahun ini.

Di zaman ini, tidak hanya anak muda dan dewasa, namun anak-anak belasan tahun juga sudah banyak yang menggunakan Facebook. Dengan bertambahnya jumlah pengguna Facebook, terutama anak-anak yang di bawah umur, Facebook perlu segera menghilangkan konten negatif yang mungkin sengaja diposting oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg selalu memiliki resolusi di tiap tahun, yang dia anggap sebagai tantangan pribadinya. Pada 2016, ia menginginkan sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan. Dan untuk tahun ini, ia juga memiliki tantangan serupa yang harus diselesaikannya.

“Saat ini, dunia terasa khawatir dan terbagi, lalu Facebook memiliki banyak hal yang harus dilakukan, baik melindungi komunitas kami dari segala kebencian dan penghinaan, mempertahankannya dari intervensi negara, termasuk memastikan waktu yang dihabiskan di Facebook berjalan baik,” ujar Mark pada akun resminya di Facebook.

Mark telah mengakui bahwa media sosial Facebook membuat banyak kesalahan dalam menetapkan kebijakan dan ketentuan yang ada di dalamnya. Karena itulah, ia menjadikan resolusi di 2018 ini untuk bisa memperbaiki masalah penting yang ada di Facebook.

Sumber: Entrepreneur

Mark juga berencana menggali dan mempelajari seluruh aspek dari tren yang berkembang saat ini, seperti enkripsi dan cryptocurrency, dan juga cara terbaik memanfaatkannya di Facebook. Saat ini, Facebook sudah terlihat menggunakan sistem keamanan yang lebih ketat.

Contohnya pada grup Facebook yang sekarang memerlukan berbagai pertanyaan untuk orang yang ingin bergabung dalam grup tersebut. Tidak hanya itu, jika kamu menulis postingan yang mengarah ke tautan web lain di grup itu, postinganmu akan otomatis dihapus, karena itu dianggap sebagai spam.

Tiru Snapchat, Facebook Boyong Augment Reality ke Messenger

Aplikasi pesan instan Facebook Messenger kini menghadirkan fitur efek Augment Reality (AR) seperti yang ada di Snapchat. Seperti apa ya?
Baca Juga

Untuk mengembalikannya, kamu perlu menjelaskan ke Facebook kalau itu bukanlah spam, melainkan postingan yang ditulis sendiri. Ini merupakan suatu keuntungan jika dilihat dari sisi keamanan, namun juga agak mempersulit bagi mereka yang ingin mempromosikan web atau artikel yang mereka buat di grup tersebut.

Semoga nantinya Facebook bisa menciptakan sistem keamanan yang diharapkan bisa benar-benar membantu banyak pengguna dan membebaskannya dari segala konten negatif.