Waduh! Hacker dari Surabaya Bikin Resah Departemen Kehakiman AS

Waduh! Hacker dari Surabaya Bikin Resah Departemen Kehakiman AS

Hacker selama ini selalu diidentikkan dengan seorang peretas yang jahat. Seorang hacker selalu dibayangkan selalu membobol situs-situs yang beredar di dunia maya dan melakukan perusakan.

Padahal pada nyatanya hacker ada di beberapa sisi, seperti White Hat Hacker yang cenderung baik dan Black Hat Hacker yang cenderung meretas untuk kepentingan sendiri.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Surabaya. Tiga hacker dari Surabaya berhasil ditangkap oleh Polri karena telah meretas berbagai situs di dunia. Melalui Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI), Departemen Kehakiman bekerja sama dengan Polri untuk menangkap tiga hacker tersebut.

Para hacker yang tertangkap tersebut masih berstatus mahasiswa jurusan teknik informasi di salah satu universitas swasta di Surabaya. Hacker dari Surabaya yang berinisial AN (21), ATP (21) dan KRS (21) ini telah meretas sekitar 3.000 sistem elektronik dari 33 negara.

“Untuk situs pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang terdeteksi baru satu, yaitu The City of Los Angeles. Yang disasar sistem elektronik ya, bukan situs yang mereka retas,” ujar Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/3) kepada Tribun News.

Roberto menjelaskan bahwa para hacker menggunakan metode SQL Injection. Para hacker tersebut mengetahui cara hacking dengan belajar secara otodidak, mereka juga tergabung dalam komunitas peretasan Surabaya Black Hat.

Waduh! Hacker Surabaya Bikin Resah Departemen Kehakiman AS
Foto: Okezone

Polisi masih mendalami kasus ini. Dua dari tiga hacker ternyata telah dibina oleh Polda Jatim pada 22 November 2017 lalu yang juga sekaligus pembinaan terhadap kabar hoax yang tersebar di internet.

Berdasarkan bukti dari penyidik, para tersangka sudah pernah meretas sebanyak 3.000 sistem elektronik di sejumlah negara yaitu: “Thailand, Australia, Turki, UEA, Jerman, Prancis, Inggris, Swedia, Bulgaria, Ceko, Taiwan, China, Italia, Kanada, Argentina, Pantai Gading, Korea Selatan, Chili, Kolombia, India, Singapura, Irlandia, Meksiko, Spanyol, Iran, Nigeria, Rusia, New Zealand, Rumania, Uruguai, Belgia, Hongkong, Albania, Dubai, Vietnam, Belanda, Pakistan, Portugal, Slovenia, Kep. Caribian, Maroko, dan Libanon.”

Diedit oleh Arya W. Wibowo. Sumber: tribunnews