Tinggalkan UBER, 80% Pengendara Lari ke Aplikasi Anterin, Bukan GO-JEK atau Grab!

aplikasi anterin

UBER dalam waktu dekat resmi menutup layanannya di Indonesia. Salah satu pengendara UBER yang saya tumpangi beberapa waktu lalu pun mengaku sebanyak 80 persen pengendara lain lari ke aplikasi Anterin.

Sedih adalah emosi saat ini harus saya rasakan di dalam hati. Bagaimana tidak? Layanan transportasi online yang biasa saya gunakan setiap harinya akan segera menutup layanan pada tanggal 8 April mendatang. Naik ojek online dengan harga murah meriah pun harus pupus bersamaan dengan perginya UBER.

Sebelum pada akhirnya nanti saya harus benar-benar melupakan UBER menjadi pilihan transportasi online pertama di perangkat saya, maka pada Kamis malam, 5 April 2018 saya memutuskan untuk memakai UBER untuk terakhir kalinya.

Saya ingin sedikit mengenang ramahnya UBER ketika para pengendaranya harus memberikan tumpangan kepada saya, yang memiliki tubuh berat nan memesona. Pada awalnya saya mengira, harga murah tidak akan lagi muncul saat itu, namun rupanya perkiraan saya salah besar.

aplikasi anterin
sumber: Chiang Mail

Jujur, saat saya hendak pulang ke rumah dari kantor yang berada di bilangan Jakarta Timur, saya pertama kali membuka aplikasi Gojek. Harga yang ditawarkan untuk menumpang dengan pengendara motor dari layanan Gojek mencapai Rp45 ribu. Dompet saya pun serasa ingin pergi begitu saja.

Pada akhirnya saya membuka aplikasi UBER. Loh, jadi pilihan yang kedua dong min? Boong ih miminnya! Tenang guys, memang UBER selalu menjadi yang pertama, tapi kan saya pikir aplikasi itu mau tutup sebentar lagi, jadi saya takut menunggu lama. Kamu sadar kan, menunggu itu hal yang berat.

Grab Resmi Membeli Uber, Saingan Hanya Tinggal Go-Jek

Grab resmi membeli Uber. Uber akan menyerahkan semua layanan mereka kepada pihak Grab, baik layanan transportasi penumpang hingga antar makanan. Dengan akuisisi ini, Go-Jek akan menjadi saingan tunggal dari Grab.
Baca Juga

Ketika saya selesai menentukan lokasi penjemputan dan penurunan di aplikasi UBER, saya melihat tawaran harga yang fantastis, yakni hanya Rp20.500. Tanpa pikir panjang, saya pun langsung membuka menekan tanda order.

Rupanya, waktu menunggu kehadiran abang UBER dengan kuda besinya tidak terlalu lama. Jika saya perkirakan, maka hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja. Waktu yang cukup untuk saya turun dari lantai 2, dan berjalan hingga sampai di depan kantor untuk menemuinya.

Seperti biasa, saya mendapatkan pengendara UBER yang ramah. Keramahan mereka (pengendara UBER) memang menjadi alasan lainnya di balik kesetiaan saya terhadap aplikasi tersebut.

aplikasi anterin
sumber: Merdeka

Melihat abang UBER yang terkesan lelah, saya pada awalnya enggan untuk memberikan pertanyaan yang mungkin membuatnya tambah lelah. Pertanyaan yang saya maksud tersebut adalah, UBER kan mau ditutup bang, abangnya mau pindah kemana?, yang sebenarnya ingin saya tambah dengan, abang hati-hati ya, kabarin saya bang pindahnya kemana, saya berat kalau saya dengan yang lain.

Tapi, tentu saja ucapan di atas saya tahan, dan saya hanya menanyakan target perusahaan transportasi online lain setelah kepergian UBER.

Saya mengira, abang UBER yang bernama Agung tersebut akan menjawab Gojek atau Grab. Namun rupanya, perkiraan saya kembali salah untuk sekian kalinya. Agung menjawab (nama si abang tersebut), bahwa dirinya akan pindah ke aplikasi yang bernama Anterin.

Pelaku Penembakan Kantor Youtube Ternyata Seorang “Youtuber”

Baru-baru ini terjadi insiden penembakan di kantor pusat Youtube di San Bruno, California, Amerika Serikat, terdapat 3 orang menjadi korban luka-luka. Pelaku penembakan ternyata juga seorang youtuber. Cek berita lengkapnya di sini!
Baca Juga

Anterin? Aplikasi apa itu? Kok baru denger? ketiga pertanyaan itulah yang dengan mudah muncul di kepala saya saat mendengar ucapan Agung. Saya pun langsung menambahkan rentetan pertanyaan kepada Agung, karena jawabannya begitu mantap tanpa keraguan.

Agung mengaku, bahwa saat ini dirinya sudah melakukan pendaftaran terhadap aplikasi Anterin. Hebatnya, tidak hanya Agung saja yang hendak pindah ke aplikasi tersebut.

“Banyak mas yang pindah dari UBER ke Anterin. Kalau saya perkirakan sih jumlahnya sampai 80 persen,” tuturnya.

Jumlah 80 persen yang diperkirakan Agung mungkin tidak akurat, namun ucapan dari seorang yang berada di ruang lingkup pengendara UBER tersebut sangat mungkin untuk terjadi. Saya pun menanyakan alasan yang mungkin dirinya sadari di balik banyaknya jumlah tersebut.

Lawan Hoaks! Google Berkolaborasi Dengan Youtuber untuk Melawan Hoaks!

Lelah dengan banyaknya video hoaks di Youtube, Google gandeng para youtuber untuk melawan hoaks. Bagaimana sih usaha yang dilakukan Google untuk melawan hoaks? Klik artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.
Baca Juga

“Karena memang gampang mas cara mendaftarnya. Ga ribet, ga kayak Grab, ribetnya minta ampun. Saya kan harus cepat mencari penggantinya, ga mungkin saya harus mengikuti semua peraturan yang bikin lama itu,” tutur Agung.

Ya, memang selama ini saya mendengar keluh kesah para pengendara UBER yang merasa ribet dengan segala hal yang diwajibkan oleh Grab. Selain Gojek, rupanya aplikasi Anterin menjadi alternatif yang terbaik bagi para pengendara yang hendak pindah.

Seperti apa sih aplikasi Anterin itu?

aplikasi anterin

Sesampainya di rumah, saya pun langsung membuka Google Play Store. Benar saja, di dalam toko aplikasi perangkat Android tersebut sudah tersedia aplikasi Anterin Driver, yang berdasarkan penjelasan singkatnya memang merupakan aplikasi transportasi online.

Hal yang menarik sebelum saya mengunduh aplikasi tersebut adalah pemberian saldo sebanyak Rp50 ribu. Tentu penawaran itu membuat jumlah pengunduhnya terbilang besar, yang bahkan sudah mencapai 100 ribu.

Sedih, Ini Dia Alasan YouTuber Zaman Now yang Kurang Berhasil

YouTube adalah media di mana orang bisa mengekpresikan hal-hal menarik yang ingin mereka lakukan ke dalam video dan mendapat penghasilan dari situ. Sayangnya tidak semua YouTuber Zaman Now berhasil sukses di YouTube.
Baca Juga

Penawaran Rp50 ribu itupun membuat saya langsung mengunduhnya. Tapi, harus saya katakan aplikasi Anterin Driver membuat saya kesal. Kenapa?

Semua berjalan dengan lancar, hingga akhirnya saya harus memasukkan nomor telepon sebagai langkah verifikasi. Itu salah satu cara dari 3 cara yang disuguhkannya, yakni suara (dihubungi oleh mesin), email, dan Facebook.

Sayangnya, saya tidak mendapatkan kode verifikasi dari langkah manapun. Pada akhirnya, hingga saat ini aplikasi tersebut belum dapat digunakan. Sungguh menyebalkan.

aplikasi anterin

Masalah yang sama juga turut dialami oleh pengunduh lainnya. Hal tersebut saya sadari ketika mengunjungi bagian komentar di toko aplikasi perangkat Android. Ada pengguna yang mengeluhkan jika tidak mendapatkan kode verifikasi hingga saat ini.

Semoga saja dalam waktu dekat aplikasi tersebut bisa dapat digunakan dengan mudah oleh banyak pengguna, tanpa adanya kendala. Dengan begitu, kepergian UBER tidak akan memberi luka yang dalam bagi para penggunanya.

[dn_apps_badge postid=”” iOS=”” iOS_link=”” android=”com.kotektak.anterin” android_link=”” steam=”” caption=”Anterin, aplikasi transportasi online yang hadir dalam meramaikan persaingan”]

Diedit oleh Arya W. Wibowo