Review Nokia 8, Pilihan Tepat Bagi yang Isi Kantongnya Lagi Ga Banyak!

review nokia 8

Pada Oktober 2017 lalu, Nokia secara resmi memperkenalkan perangkat flagship senjata pertarungannya di pasar smartphone, yakni Nokia 8. Tepat satu bulan lalu, saya pun berkesempatan untuk memulai petualangan bersama perangkat tersebut, dalam tajuk review Nokia 8.

Ketika Nokia 8 sampai di meja kerja saya, jujur, rasa kaget langsung menghampiri. Pasalnya, perangkat ini sudah sangat ketinggalan zaman. Sebulan yang lalu yang saya maksud itu lebih tepatnya di pertengahan bulan Maret 2018. Sementara itu, Nokia 8 merupakan smartphone yang meluncur, memiliki desain, dan ditenagai jeroan tahun lalu. Telat banget!

Walaupun saat dilihat dari bagian depan atau layarnya perangkat tersebut memiliki kesan jadul, namun bagian belakang dari smartphone Android besutan Nokia itu masih sangat pantas untuk bersanding dengan perangkat flagship yang lainnya.

Seperti apa sih kemampuan dari Nokia 8? Berikut ulasan lengkapnya!

Desain

review nokia 8

Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, Nokia 8 seakan menjadi smartphone yang setengah-setengah dari segi desain. Bagaimana tidak? Bagian depan perangkat tersebut memberikan kesan yang sangat jadul, berkat desain layarnya yang belum mengusung Full View Display.

Nokia 8 hadir dengan layar yang seluas 5,3 inci, dengan bezel yang cukup tipis pada sisi kiri dan kanan. Layar perangkat tersebut mampu menyuguhkan resolusi 1440 x 2560 piksel, yang bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan perangkat lain dengan desain layar penuh.

Review OPPO F7, Smartphone yang Ga Cuma Jago Selfie!

OPPO adalah vendor yang namanya seringkali disebut sebagai pencipta smartphone yang rajin berinovasi pada perangkat dengan kemampuan selfie. Rupanya, predikat itu di tahun 2018 dibuktikannya secara nyata, berkat kehadiran F7. Hasil review OPPO F7 pun akan saya beberkan di sini.
Baca Juga

Tombol home berjenis layaknya touchpad yang juga berfungsi sebagai pemindai jari bisa ditemui pada bagian bawah layar. Yah, saat menggunakan perangkat ini saya seakan menggunakan mesin waktu untuk kembali ke dunia dua tahun lalu, yang mana tombol home masih ada di depan.

Beralih ke bagian belakang, rasa “mengenang” saya terhadap perangkat di dua tahun lalu seakan memudah. Pasalnya, Nokia 8 hadir dengan dua buah lensa kamera utama yang berbaris secara vertikal. Bagian belakang yang di dominasi oleh bahan metal membuat kesan premium yang juga jadul, namun saya gemari karena tidak menyimpan sidik jari.

Nah, pada bagian punggung perangkat itu pula saya melihat adanya logo Nokia. Terdapat segelintir kata yang menjelaskan pembuat perangkat serta desain ini. Nomor model juga dapat ditemui di bagian tersebut.

Berkat ukuran layar 5,3 inci yang diusungnya, Nokia 8 masih sangat nyaman untuk digunakan dengan satu tangan. Saya yang terbiasa dengan perangkat berlayar besar merasa sangat nyaman menggunakan perangkat ini sebagai daily driver.

Secar arinci, perangkat ini berdimensi 151.5 x 73.7 x 7.9 mm. Sementara itu, beban yang harus ditanggung penggunanya adalah sebesar 160 gram.

Kamera

review nokia 8

Salah satu penawaran Nokia kepada para pengguna Nokia 8 adalah kemampuan dual kamera yang berada di bagian belakang perangkat tersebut. Teknologi lensa Carl ZEISS menjadi penawaran yang seakan merubah pola pikir pasar yang di tahun 2017 lalu berfokus pada Sony IMX.

Resolusi kamera yang disuguhkan oleh Nokia 8 adalah Dual 13 MP ber-aperture f/2.0. Kedua lensa pada bagian punggung Nokia 8 memiliki resolusi yang sama, tidak seperti perangkat lainnya yang menggunakan lensa berbeda sebagai gimmick lensa ganda. Terdapat pula LED Flash yang membantu pengguna dalam mengambil gambar di kondisi cahaya rendah.

Review Vivo V9, Performa Ga Sebagus Desainnya!

Pasar smartphone Indonesia pada akhirnya memiliki pilihan murah untuk sebuah smartphone yang berpenampilan premium khas tahun 2018, karena kehadiran Vivo V9. Perangkat itupun memiliki desain yang indah, namun performanya cukup untuk membuat saya merasa kesal. Berikut adalah review Vivo V9.
Baca Juga

Beragam mode ditawarkan oleh lensa Nokia 8, seperti bokeh, monochrome, dan juga bothie. Berkat banyaknya mode yang bisa dinikmati oleh pengguna tersebut, maka hasil foto yang bisa diciptakan lebih berwarna dibandingkan saat menggunakan perangkat lain.

Berkat aperture yang masih sangat besar, saya sangat meragukan kemampuan perangkat tersebut dalam mengambil foto di kondisi cahaya yang rendah. Benar saja, ketika saya memaksakan diri untuk mengambil gambar di kondisi cahaya rendah, noise yang muncul cukup tinggi dan membuat saya merasa kesal.

review nokia 8

Hebatnya, detail yang muncul pada foto di kondisi cahaya gelap tersebut cukup baik. Sehingga, saya menilai hasilnya tidak terlalu buruk.

Nah, ketika saya menggunakan lensa kamera tersebut di kondisi cahaya yang tinggi, hasil yang sangat baik bisa saya dapatkan. Perpaduan warna serta detai yang ditampilkan pada foto sangatlah tepat, tidak berlebihan dan tidak kurang.’

Review Xiaomi Redmi 5 Plus, Smartphone yang Ga Ada Lawan Di Kelasnya!

Beberapa minggu lalu saya telah selesai melakukan review terhadap Xiaomi Redmi 5. Dan kali ini, saya akan kembali mengulas pilihan lain yang menjadi kakak dari Redmi 5, yang akan saya satukan ke dalam review Xiaomi Redmi 5 Plus.
Baca Juga

Saat menggunakan efek monochrome, detail pun sangat baik, walaupun tidak sebaik Huawei yang menjalin kerjasama dengan Leica. Nah, yang hebat dari kamera belakang perangkat ini adalah hasil efek bokeh yang mampu diciptakannya.

Salah seorang teman yang saya minta tolong untuk mengambil gambar secara random rupanya mampu menghasilkan foto dengan hasil bokeh yang sangat baik. Seluruh hasil jepretan dengan perangkat tersebut saya sematkan di bawah sini.

Sementara itu, bagian depan perangkat tersebut turut menggunakan lensa yang beresolusi sama, yakni 13 MP dengan aperture f/2.0. Nah, hasil foto selfie dari lensa kamera tersebut sudah tidak perlu diragukan, karena memang sudah cukup baik untuk perangkat sekelasnya.

Hasil selfie yang ditampilkan oleh Nokia 8 sebenarnya jauh dari kata sempurna, namun tidak bisa juga dikatakan buruk. Pasalnya, pada hasil selfie yang ditampilkannya bisa detail dan perpaduan warnanya tidak berlebihan atau bahkan berantakan.

Review Corsair HS50, Headset Gaming Murah yang Bass Banget

Gaming adalah aktivitas yang sering dianggap paling menghambur-hamburkan uang. Hal itu disebabkan oleh perangkat pendukungnya yang dipatok dengan harga selangit. Namun, rupanya masih ada pilihan ramah kantong, salah satunya adalah headset gaming murah Corsair HS50.
Baca Juga

Ketika digunakan pada kondisi cahaya yang cerah, tentu hasil tak perlu diragukan. Namun, ketika digunakan pada kondisi cahaya yang gelap atau terbatas dengan pencahayaan ruangan, maka bersiaplah dengan hasil yang mengecewakan.

Kemampuan lain yang dimiliki oleh Nokia 8 adalah mengaktifkan kedua lensa kamera yang dimilikinya. Dengan demikian, saya bisa mengambil gambar melalui lensa selfie dan utama secara bersamaan.

Berikut hasil selfie dan dual camera yang dari Nokia 8:

Bagaimana hasil dengan performa yang disuguhkannya? Chipset apa yang digunakannya? Jawaban bisa kamu lihat di laman berikutnya!