Smartphone Sony Mati Secara Perlahan, Akhir dari Era Smartphone Jepang?

smartphone sony mati
sumber: Kimovil

Sony adalah salah satu brand yang ikut meramaikan gemuruh pasar smartphone yang bisa dibilang begitu padat persaingannya. Sayang, smartphone Sony mati secara perlahan, bukan dikarenakan device-nya yang rusak, namun antusiasme perusahaan asal Jepang itu yang terlihat mengendur.

Beberapa waktu belakangan ini, dunia maya diramaikan dengan kabar yang tak mengenakan dari Sony. Perusahaan yang telah cukup lama berkiprah di persaingan smartphone dengan lini Xperia tersebut diketahui segera menutup divisi smartphone di tiga wilayah sekaligus, yakni Timur Tengah, Turki, dan Afrika.

Kabar ini pada awalnya muncul dari hasil cuitan pengguna Twitter, @evleaks, yang dengan gamblang mengatakan, Sony Mobile akan ditutup kantor sekaligus operasinya di ketiga region tersebut pada bulan Oktober mendatang, sehingga dengan jelas smartphone Sony mati dalam hitungan 3 atau 4 bulan. Berikut cuitan @evleaks:

Dikarenakan tidak adanya bukti yang kuat di dalam cuitan tersebut, maka sangat sulit untuk memberikan kabar mengenai perkiraan smartphone Sony mati di tiga regional besar itu kepada kalian. Sayangnya, harapan saya untuk bohongnya kabar ini harus pupus begitu saja.

Kabar smartphone Sony Mati di ketiga regional itu diperkuat dengan laporan dari Counterpoint, sebuah lembaga yang biasa mengutip pertumbuhan pangsa pasar smartphone. Dari laporan tersebut diketahui dengan jelas, beragam pabrikan Cina memiliki pertumbuhan yang pesat di Afrika dan Timur Tengah.

Smartphone Baru Sony Muncul, Langsung Pakai Android P!

GFXBench menampilkan smartphone baru Sony. Hebatnya, perangkat itu nampak akan langsung menggunakan sistem operasi Android terbaru, yakni Android P.
Baca Juga

Pada kuartal satu 2017, pabrikan Cina baru meraih pertumbuhan sebesar 15 persen di kedua pasar tersebut. Namun, perkuartal satu 2018 ini, pabrikan asal Cina berhasil mengalami pertumbuhan sebanyak 36 persen, yang berarti pertumbuhan yang dialami lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Tekanan pabrikan Cina selama ini memang menjadi momok yang terus menghantui kabar smartphone Sony mati. Tidak hanya di ketiga pasar itu saja. Di Indonesia sendiri, kita sudah sangat sulit untuk merasakan hawa dari keberadaan perangkat smartphone buatan Sony. Bahkan, divisi smartphone Sony di Indonesia pun sudah tidak pernah menampakan dirinya ke hadapan publik.

smartphone sony mati
sumber: Counterpoint

Pun demikian, ditutupnya divisi smartphone mereka di tiga regional tersebut belum dapat dikatakan sebagai bukti nyata smartphone Sony mati secara perlahan. Bisa saja, Sony hanya tengah melakukan tahap-tahap strategis untuk memperkuat bisnis smartphone mereka, yang memang saat ini tengah di kondisi yang tak sempurna.