Samsung Mematenkan Keajaiban “Self-Healing” Anti-Fingerprint Pada Layar

Samsung Mematenkan Keajaiban,

Samsung baru-baru ini mematenkan sebuah teknologi baru yang mungkin bisa dibilang keajaiban. Yaitu sebuah teknologi “self-healing” anti-fingerprint pada layar!

Bagi sebagian orang, memang cukup mengesalkan munculnya cap jari yang membekas di layar. Selain hal tersebut menghalangi pandangan, serta membuat smartphone terlihat kotor.

Itulah sebabnya terdapat banyak sekali aksesoris yang menawarkan solusi pada hal ini. Salah satunya sepertiĀ anti-scratch atau anti gores dan anti-fingerprintĀ atau anti cap jari pada smartphone.

Sayangnya aksesoris tersebut tidak selalu nyaman untuk digunakan, serta tidak semua smartphone bisa kompatibel dengan aksesoris tersebut.

Terkadang ada beberapa aksesoris yang justru mengurangi sensitivitas layar sentuh, sehingga memberikan masalah baru.

Samsung mungkin terinspirasi dari hal tersebut. Memang teknologi yang dipatenkan kali ini bukan sesuatu hal yang baru, akan tetapi bisa menjadi awal dari kemajuan teknologi dalam industri smartphone.

Paten tersebut didaftarkan pada World Intellectual Property Organisation, yaitu sebuah organisasi dunia yang mengurus segala hak paten yang terdapat di dunia.

Hasil Benchmark Xiaomi Pocophone F1 Lebih Cepat dari Mi 8 dan Galaxy S9+?

Rupanya, "Master of Speed" bukan hanya tagline, karena hasil benchmark Xiaomi Pocophone F1 lebih cepat dari Mi 8 hingga Samsung Galaxy S9+.
Baca Juga

Paten ini adalah sebuah teknologi self-healing, dimana baik cap jari, goresan dan lain sebagainya, akan segera hilang sendiri tanpa perlu diperbaiki atau ganti unit.

Paten ini juga bisa diaplikasikan ke berbagai bagian di smartphone. Seperti laminating layar, laminating bodi smartphone hingga film.

Belum ada kabar mengenai kapan Samsung akan mengaplikasikan paten atau fitur tersebut ke dalam berbagai produk mereka.


Samsung Mematenkan Keajaiban, "Self-Healing" Anti-Fingerprint Pada Layar

Selama ini Samsung selalu menggunakan Corning Gorilla Glass untuk layar produk-produk mereka.

Galaxy Note 9 yang akan rilis di Indonesia pada 27 Agustus 2018 nanti, juga menggunakan Corning Gorilla Glass 5, yang diklaim layar paling kuat untuk saat ini.

Rencananya juga, Corning selaku pengembang dari Gorilla Glass akan merilis Gorilla Glass 6, yang diklaim jauh lebih kuat dari Gorilla Glass 5.

Dengan adanya paten dari Samsung ini, apakah Samsung akan mengintegrasikan paten mereka dengan Gorilla Glass, atau bahkan akan meninggalkan Gorilla Glass sebagai bahan dari produk mereka?

Apapun pilihan Samsung, semoga saja tetap bisa memberikan yang terbaik untuk para pengguna produk-produk Samsung, tanpa memberikan kekecewaan.

Sumber: Firstpost.