Bulan September menjadi Waktu Kehancuran BlackBerry Dimulai!

kehancuran blackberry

Nampaknya bulan September menjadi bulan yang sangat tidak disukai oleh BlackBerry sejak tahun 2007 dan 2008. Pasalnya, inilah bulan yang mana menjadi awal mula kehancuran BlackBerry, perusahaan smartphone asal Kanada yang berhasil menundukan Nokia lebih dari 10 tahun lalu.

Sayangnya, sejak bulan September 2007, BlackBerry tidak sadar jika tahtanya akan direbut oleh pilihan smartphone baru, yakni iPhone. Smartphone besutan Apple itu menjadi salah satu indikasi kehancuran BlackBerry.

Jika BlackBerry muncul dengan penawaran sistem keamanan yang tinggi, key QWERTY yang telah dikenal oleh banyak orang, dan bentuk gemuk yang sudah dianggap normal oleh kebanyakan orang, iPhone hadir dengan tawaran desain yang lebih minimalis. Kehancuran BlackBerry dimulai ketika iPhone memperkenalkan jari sebagai alat navigasi paling mudah yang pernah ada.

Walau hadir dengan tingkat keamanan yang saat itu masih dipertanyakan, namun Apple melalui iPhone memperkenalkan sebuah sistem operasi yang dibuat begitu bersahabat. Sistem operasi buatan Apple yang saat ini menyentuh versi ke-12 tersebut adalah iOS.

Walau menjadi awal mula kehancuran BlackBerry, namun iPhone seakan menjadi hembusan angin yang segar, terutama bagi para vendor perangkat genggam lainnya. Saat itu, para vendor melihat adanya kesempatan untuk masuk ke pasar smartphone dengan sesuatu yang baru, dengan sesuatu yang jauh lebih mudah penggunaannya dibandingkan BlackBerry OS.

Pada bulan September 2008, ketika iPhone telah hadir seri keduanya, dunia untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh smartphone yang memanfaatkan sistem operasi Android, yakni T-Mobile G1.

5 Smartphone Android Terbaik di Kuartal Pertama Tahun 2018! (Januari – Maret)

Penetrasi smartphone yang begitu pesat di Indonesia membuat banyak vendor yang saling berlomba-lomba untuk menghadirkan perangkat besutannya. Pada awal tahun 2018 ini saja, yang saya mulai hitung dari Januari hingga April, telah banyak smartphone Android terbaik yang sudah bisa dirangkum menjadi satu.
Baca Juga

Smartphone tersebut merupakan hasil kerjasama tiga perusahaan besar sekaligus, yang melihat adanya kesempatan besar, yakni Google, T-Mobile, dan HTC. T-Mobile G1 menambah persentase kehancuran BlackBerry semakin besar, yang nampaknya saat itu masih belum disadari oleh perusahaan tersebut.

Kehadiran smartphone Android tersebut juga menjadi awal mula dari persaingan sengit antara Apple dengan Google, melalui pertarungan sistem operasi yang dipilih oleh penduduk dunia, yakni iOS dan Android.

kehancuran blackberry
T-Mobile G1, smartphone Android pertama

Ketika itu, T-Mobile G1 hadir sebagai smartphone yang dijual dengan harga USD399 atau sekitar Rp5,9 juta (dengan kurs USD1 = Rp14,8 ribu). Perangkat tersebut hadir dengan kemampuan jaringan 3G, yang bahkan saat itu iPhone versi pertama belum mampu untuk menyuguhkannya.

Kemampuan lain yang ditawarkannya adalah native apps untuk Gmail, dan kemampuan untuk mengunduh musik secara langsung melalui Amazon. Walau dukungan aplikasi untuk Android saat itu masih sangatlah lemah, namun Google bekerja dengan sangat kesar saat itu untuk menghadirkan varian aplikasi.

OnePlus 6 Kedapatan Android Pie, Apa saja Fitur di dalamnya?

OnePlus 6 akhirnya mendapatkan update Android Pie, yang juga sekaligus menjadi update untuk seri lainnya hingga OnePlus 3.
Baca Juga

Kehancuran BlackBerry juga disebabkan oleh penawaran dari Android yang sulit untuk dihadirkan oleh perangkat lain saat itu, yakni pengguna dibebaskan untuk melakukan segelintir kustom terhadap apa yang mereka lihat di dalam smartphone. Android mengimplementasikan sistem open source.

Seiring dengan berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, terus bermunculan perangkat genggam yang dibekali dengan Android. Apple pun tak mau kalah, yakni dengan menghadirkan seri-seri terbaru dari pernagkat buatannya. BlackBerry seakan dibutakan dengan kejayaannya, yang semakin terkikis seiring berjalannya waktu.

kehancuran blackberry
iPhone seri pertama

Bulan September mungkin menjadi waktu yang membahagiakan bagi banyak pihak, contohnya saja untuk Apple dan Google yang mulai melangkahkan kakinya di dunia smartphone. Namun, bulan September juga menjadi waktu yang menjadi detik-detik permulaan kehancuran BlackBerry.


Saat ini, BlackBerry pun seakan menjadi perusahaan yang tidak hanya harus merelakan tahtanya, namun juga harus ikut ke dalam persaingan pasar bersama Android, pihak yang sempat menjadi musuh. Mungkin, kalimat “musuh dari musuhku adalah temanku” kini menjadi pedoman BlackBerry untuk mencoba peruntungannya mengalahkan iPhone.