Awas, Bug Twitter bisa Mengekspos Direct Message ke Umum

bug twitter

Buat kamu yang senang menggunakan Twitter, harap hati-hati. Sebab Baru-baru ini diketahui adanya bug twitter yang di mana bug tersebut bisa menjadikan direct message-mu tampil di muka umum.

Kabar ini dikabarkan resmi oleh pihak Twitter sendiri melalui halaman situs help Twitter. Bug ini ditemukan dalam Account Activity API (AAAPI) mereka. Di mana para pengembang aplikasi bisa meminta izin untuk membuka direct message para pengguna, ketika pengguna membuka aplikasi pihak ketiga yang dikembangkan oleh pihak ketiga tersebut.

Dengan hal tersebut, para pihak ketiga bisa mengambil berbagai data, termasuk direct message yang sering digunakan untuk berkomunikasi secara privat. Hal ini tentu saja akan merugikan para pengguna, karena seluruh data privasi akan tercuri dan bocor ke ranah umum.

Twitter mengakui ternyata bug ini sudah lama berjalan dan baru diketahui pada tanggal 10 September 2018 lalu. Padahal bug ini sudah berjalan dari bulan Mei tahun 2017. Yang artinya sudah 1 tahun lebih bug ini tidak diketahui dan baru ketahuan sekarang!bug twitter

Untungnya bug ini hanya terjadi kepada 1% dari seluruh pengguna Twitter. Patut diketahui bahwa hingga sekarang Twitter memiliki 68 juta pengguna. Yang artinya sekitar 680 ribu pengguna terkena bug ini.

Kamu bisa menghubungi customer center Twitter jika merasa terkena bug ini. Twitter tetap akan menghubungi kamu secara direct message jika memang akunmu terkena bug ini. Jadi jika kamu tidak dihubungi oleh Twitter, kemungkinan besar akunmu aman dari bug ini.

Setelah Akui Adanya Kebocoran Data, Hashtag #DeleteFacebook Booming di Twitter!

Mark Zuckerberg selaku Chief Executive Officer Facebook telah mengakui adanya kebocoran data pengguna. Hal itu pun membuat publik geram, dan berujung pada penyebaran hashtag #DeleteFacebook di laman Twiiter yang semakin gencar.
Baca Juga

Dengan adanya bug ini, seharusnya menjadi hal yang sangat krusial bagi Twitter. Jika data pengguna bisa bocor, maka kasusnya bisa sama seperti kasus Facebook dan Cambridge Analytica.

Data-data para pengguna akan digunakan untuk kepentingan pihak tertentu. Parahnya lagi jika data tersebut digunakan untuk hal-hal politik atau bahkan hal-hal yang bisa menjurus kriminal.

Semoga saja Twitter bisa segera memperbaiki bug yang sangat berbahaya bagi pengguna ini.