Gagal Bahagia, Xiaomi Batalkan Layanan Service Untuk Perangkat Tak Resmi!

xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi
Xiaomi Redmi 6 (sumber: teknosaurus.com)

Pada tanggal 18 September 2018, pasar smartphone Indonesia sempat dihebohkan dengan langkah Xiaomi melayani perbaikan bagi perangkat tak resmi. Sayangnya, hal itu tak berlangsung lama, karena kini Xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi.

Kabar yang menyedihkan bagi pengguna perangkat Xiaomi tak resmi tersebut pada awalnya saya lihat melalui cuitan dari om Herry SW, melalui akun Twitter miliknya @herrysw. Cuitan tersebut mengabarkan jika kini Xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi.

Cuitan om Herry tersebut diawali dengan kata “Horeeeeeee….”, yang menggambarkan sebuah kegembiraan. Setelahnya, cuitan dilanjuti dengan penjelasan akan langkah Xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi.

“Mulai hari ini, 28 September 2018, seluruh pusat perbaikan resmi Xiaomi (termasuk Mi Exclusive Service Center), tidak lagi melayani perbaikan ponsel Xiaomi tanpa garansi resmi. Biarpun konsumen bersedia membayar, tetap akan ditolak,” jelas om Herry melalui cuitannya.

Berlandaskan cuitan om Herry tersebut, Xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi. Tentu, hal itu tidak selarang dengan kabar yang sebelumnya membuat heboh netize, yang mana layanan di Mi Exclusive Service Center akan melayani perangkat Xiaomi yang tak resmi.

Munculnya cuitan om Herry SW mengenai Xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi tersebut, saya pun langsung menghubungi salah satu perwakilan Xiaomi Indonesia. Isi cuitan itu pun dibenarkan oleh perwakilan Xiaomi.

Bersiaplah Akan Realme 2, Smartphone dengan Notch Seharga Kurang dari Rp2 juta!

Dalam waktu dekat Indonesia akan kehadiran dengan Realme 2, smartphone dengan notch seharga kurang dari Rp2 juta, yang menjadi pilihan baru.
Baca Juga

Pun demikian, pihaknya belum bisa memberikan alasan yang turut saya tanyakan. “Yang paling pasti kita sudah tidak menerima service barang yang tidak dijual secara resmi,” jawab perwakilan tersebut.

Langkah Xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi ini memang cukup membahagiakan, terutama bagi para pengguna yang telah membeli perangka Xiaomi secara resmi. Namun, tentu ini merupakan cobaan.

xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi
Xiaomi Redmi 6 (sumber: teknosaurus.com)

Terlebih, setelah tersebarnya surat edaran di dunia maya, yang membicarakan tentang dibukanya layanan service Xiaomi yang tak resmi, pembeli seakan diberi angin segar. Sayangnya, kesegaran tersebut benar-benar sebatas angin, yang berhembus sementara dan menghilang hingga waktu yang tak dapat diketahui.

Awal Cerita

layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi

Permasalahan ini diawali dengan kabar mengenai Xiaomi yang membuka layanan service bagi perangkat tak resmi. Beredarnya sebuah surat yang nampak dikeluarkan langsung oleh pihak Xiaomi.

Saya pun saat itu sempat menanyakan kabar tersebut secara langsung kepada pihak Xiaomi Indonesia. Kabar itupun dibenarkan. Tidak hanya itu, saya pun mendapatkan jawaban yang cukup menyenangkan

Review Xiaomi Redmi 6, Masih Pilihan Terbaik di Kelasnya!

Belum genap satu tahun, Xiaomi telah menghadirkan pilihan baru smartphone murahnya dari lini Redmi. Saya pun beruntung bisa melakukan review Xiaomi Redmi 6.
Baca Juga

“Terlepas dari usaha kami bersama, masih ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menjual produk tidak resmi Xiaomi kepada konsumen, yang mana kami sebagai brand masih memiliki kewajiban untuk melayani,” tutur perwakilan Xiaomi.

Dengan demikian, Xiaomi memiliki keyakinan untuk tetap memberikan pelayanan yang serupa, dengan menerima perbaikan bagi perangkat yang tak resmi. Pun demikian, berdasarkan surat yang beredar, layanan itu hanya dapat dinikmati oleh perangkat yang tertulis di dalam surat edaran.

Sayangnya, 10 hari setelahnya, Xiaomi batalkan layanan service untuk perangkat tak resmi.


Menurut saya, langkah Xiaomi ini adalah langkah yang akan memberikan kesan eksklusif kepada pengguna perangkat resmi. Dengan begitu, pembelian perangkat tak resmi pun diharapkan dapat ditekan.